Mengenai Saya

Foto saya
Ingin memberi makna bagi banyak orang, melalui talenta yang telah Tuhan berikan. Mengisi kehidupan dengan mengajar, training, melulis buku, konsultan manajemen, talkshow di radio, TV, pembicara di berbagai event, seminar, konseling, dan pelayanan.

Kamis, 16 Juli 2020

PUBLIC RELATION

Peran Strategis Public Relation  dalam Perusahaan


Hai teman2, selamat datang kembali di cahnnel saya. Channel ini sebagai tempat saya berbagi, berbagi pengalaman, berbagi ilmu, berbagi pengetahuan, atau apa saja yang saya bisa share buat temen2 semua.
Kali ini saya akan berbagi, tentang pengalaman saya sebagai praktisi PR, saya menjabat selama 2 periode, dan juga pengalaman sebagai trainer pada bidang PR atau Kehumasan.
Saya merasa passion banget waktu menjabat PR, dan saya merasa, “Wah ini gue banget nih.....” Saya begitu menikmati pekerjaan itu jadi serasa seperti tidak bekerja. Saya seperti bersenang-senang setiap hari ketika menjalankan tugas ke PR an saya. Hahaha...

Beberapa point penting tentang PR : 
  • Apa sih Public Relation itu ?
  • Kenapa harus ada Public Relation di sebuah instansi atau perusahaan ?
  • Apa pentingnya Public Relation?
  • Terus apa saja yang dilakukan ?
  • Apa syarat atau kualifikasi menjadi Public Relation  yang baik ?

Pertumbuhan atau perkembangan organisasi  atau perusahaan, sangat bergantung pada bagaimana cara organisasi tersebut membina hubungan yang baik, dengan sesama rekan kerja dan pihak luar.  Dalam hal ini peran komunikasi sangat penting. Lalu siapa yang bertugas melakukan komunikasi tersebut, yang bertugas adalah PR. Jadi apa itu PR.
Ada banyak deskripsi secara teori, tapi maaf saya akan deskripsikan sesuai apa yang ada di lapangan, sesuai yang saya alami sebagai praktisi PR.

Apa itu Public Relation ?. 

Public Relation atau PR adalah suatu jabatan, yang kegiatannya melakukan relationship dengan publik, dalam upaya membangun, mempertahankan atau memperbaiki citra dan reputasi perusahaan, sesuai visi misi yang ditetapkan.

Apa peran strategis Corporate PR. 

Peran strategis PR sebagai pusat informasi dapat menginformasikan  atau mengkomunikasikan kebijakan strategis, serta program atau  unggulan perusahan, prestasi-prestasi yang dicapai, untuk mempercepat mencapai  corporate image sesuai visi misi perusahaan. Maka dalam membuat program kerja PR harus align sengan visi, misi dan nilai-nilai perusahaan.

Ada 4 peran dan fungsi PR dalam perusahaan
1        PR sebagai komunikator
2        PR sebagai pembina hubungan
3        PR sebagai back-up manajemen
P        PR sebagai pembangun pencitraan

Catatan penting, Persepsi lama bahwa public relations hanya berfungsi sebagai media relations, membuat klipping, kegiatan protokoler serta publikasi di konvensional media semata haruslah kita tinggalkan. Sekarang profesi tersebut dituntut memiliki keahlian yang memadai karena PR memiliki peran strategis dalam perusahaan.  Karena begitu kompleksnya pekerjaan dari PR, maka perlu syarat dan kualifikasi yang tepat sebagai PR yang profesional.

Kualifikasi atau syarat menjadi PR yang baik.
        Passion dengan  mencintai pekerjaan
        Integritas
        Beretika
        Disiplin
        Jujur
        Good communication.
        Smart, kreatif, PD, senang belajar
        Bisa menulis
        Memiliki kepribadian
        Interpersonal skill bagus
        Bisa bikin konsep
        Kompeten di bidan PR atau Kehumasan

Ok, teman-teman  penjelasan detailnya bisa ditonton di videonya  di MC Maryati Channel ya.

https://youtu.be/_NJS3XyqFJk 

Rabu, 10 Juni 2020

MANAJEMN PERUBAHAN - Strategi Perusahaan Hadapi New Normal


Dampak corona luar biasa. Dari usaha kecil menengah hingga perusahan besar yang selama ini namapak kuat dan tkokh, semuanya kena dampak corona. Keterpurukan mulai merambah ke segala dimensi kehidupan. Baik secara ekonomi maupun sosial. Baik secara personal maupun instansi atau organisasi. Saat ini, dunia sedang berhadapan dengan segala ketidak pastian. Ketidak pastian, kapan pandemi ini berakhir. Sampai kapan kondisi buruk ini akan selesai. Bahkan juga, ketidak pastian bagaimana kondisi setelah pandemi berakhir nanti. Apakah semuanya bisa kembali normal seperti dulu? Itupun jawabnya tak pasti. Kondisi normal setelah pandemi, yang sering disebut New Normal, SEGALANYA AKAN BERUBAH. Customer anda akan berubah, gaya hidup orang akan berubah, cara belanja orang akan berubah, kebutuhan klien anda akan berubah. Respon yang tepat adalah melakukan PERUBAHAN. 

Masalahnya, tidak semuanya tidak siap melakukan perubahan. Tapi kali ini, trigernya perubahan itu bernama PANDEMI CORONA. Tidak ada pilihan lain selain melakukan perubahan untuk beradaptasi dengan keadaan. Hanya ada 2 pilhan,  ADAPTASI atau MATI.

Bisnis itu sendiri sebenarnya tidak pernah mati. Karena dalam kondisi apapun selalu ada ide atau peluang bisnis yang bisa ditangkap. Tentu bagi yang kreatif dan optimis. Pada New Normal nanti, akan banyak bisnis yang terpuruk, tetapi pasti juga banyak peluang bisnis baru.
Justru kalau kita mau berespon positif, saat inilah waktunya GROWTH ZONE. Tinggalkan CONVERT ZONE dan beralihlah ke GROWTH ZONE. Yaaa, benar, Tinggalkan Zona Nyaman dan beralihlah pada Zona Pertumbuhan.
Saya pinjam konsep McKensey tentang 5R dalam menghadapi New Normal. McKinsey adalah Konsultan Binsis besar di Amerika. Yang frameworknya banyak dipakai oleh perusahaan2 besar di dunia. Konsep 5R dari McKinsey, dengan sedikit saya modifikasi untuk menjadi strategi dalam menghadapi New Normal

1.     RESOLVE
·       Mengatasi masalah selama pandemi. Sifatnya adalah solusi jangka pendek.
·       Fokus pada tindakan cepat untuk menyelamatkan keadaan
·     Termasuk membuat kebijakan kerja dari rumah (WFH),  tetap ke kantor dengan protokol kesehatan yang diatur sesuai dengan aturan perusahaan dan juga pemerintah.

2.     RESILIENCE
·      Bagaimana agar survive dan tangguh menghadapi badai corona yang sangat dasyat ini.
·       Dampak yang paling besar dari kondisi ini adalah FINANCIAL.
·       Mulai mengatur penghematan untuk efisiensi
·   Menata ulang asset, asset tetap yang tidak produktif bisa dipertimbangkan untuk dijual atau diubah menjadi aset lancar. Karena saat ini banyak perusahaan solvabel tetapi tidak likuid.
·  Alternatif yang terakhir adalah harus cari suntikan dana dari luar, tetapi penggunaannya harus benar yaitu untuk mempertahankan kelangsungan perusahaan.

3.     RETURN  
·  Bersiap untuk bangkit kembali, menyehatkan kembali perusahaan, roda organisasi harus berjalan kembali setelah sekian lama berhenti.
·   Mulai melakukan evaluasi internal, apa titik lemah dan apa kekuatan yang masih dimiliki
·  Para pemimpin harus menilai kembali seluruh sistem bisnis mereka dan merencanakan tindakan untuk menghidupkan kembali.

4.     REIMAGINATION
·       Perlu membuat prediksi bagaimana arah bisnis masa New Normal.
·     Bagaimana gaya hidup customer kita pada masa new normal nanti, bagaimana karakter pelanggan kita, kebiasaan baru apa yang mereka lakukan, perilaku baru mereka bagaimana cara belanja mereka, apakah mereka sudah terlanjur nyaman dengan belanja online, bagaimana cara bekerja mereka, tetap nyaman kerja dari rumah.... Semua ini selain akan banyak perusahaan yang bangkrut, juga berdampak pada peluang bisnis baru.
·  Para pemimpin perlu mempertimbangkan segera adanya eksekusi untuk melentur dan beradaptasi dengan teknologi dan kondisi baru yang akan terjadi.

5.     REFORM
·       Lakukan  REFORMASI ULANG di segala bidang.
·  Untuk melakukan adaptasi di masa New Normal nanti, perusahaan harus melakukan reformasi bisnis. Melanjutkan bisnis lama dengan melakukan banyak penyesuaian, melakukan diversifikasi bisnis, diversivikasi produk, sistem produksi, sistem pemasaran, sistem pelayanan, sistem pembayaran,  prediksinya bisnis pada masa new normal nanti lebih berbasis online. 
·     Atau bisa jadi ambil langkah cepat untuk mengganti segera ganti usaha, sesuai kemungkinan peluang yang ada.

Ok, siap lakukan manajemen perubahan? Beradaptasilah dengan kondisi new normal. Jadikan bisnis anda sebagai auto pilot, lalu berselancarlah dengan indah dalam lautan biru yang bernama New Normal.
Salam Sukses, Keep Fighting.