Mengenai Saya

Foto saya
Ingin memberi makna bagi banyak orang, melalui talenta yang telah Tuhan berikan. Mengisi kehidupan dengan mengajar, training, melulis buku, konsultan manajemen, talkshow di radio, TV, pembicara di berbagai event, seminar, konseling, dan pelayanan.

Selasa, 08 November 2016

PARADIGMA DARI COST CENTER KE PROFIT CENTER

Konsep cost center atau pusat biaya adalah suatu kegiatan baik dalam kegiatan personal maupun suatu unit dalam organisasi yang tidak menambah keuntungan tetapi sebaliknya selalu menimbulkan biaya atau beban yang harus ditanggung. Dengan modal kreativitas banyak kegiatan yang tadinya cost center bisa diubah menjadi profit center, yaitu suatu kegiatan yang tadinya menimbulkan biaya dengan perubahan pengelolaan yang kreatif bisa berubah menjadi kegiatan yang mampu memberikan keuntungan yang sangat menjajikan. Paradigma perubahan cost center ke profit center tidak sekedar dari biaya menjadi keuntungan tetapi juga sudut pandang terhadap suatu kegiatan yang secara tidak langsung akan mengubah cost menjadi profit melalui sebuah proses jangka panjang.
Beberapa contoh perubahan cost center ke profit center dalam suatu perusahaan salah satunya adalah maintenance. Maintenance biasanya diasosiasikan secara negatif yaitu tentang mesin rusak atau perbaikan-perbaikan yang harus mengeluar biaya besar. Padahal maintenance adalah perawatan atau pemeliharaan, yaitu aktivitas yang dilakukan untuk menjaga segala sesuatu berjalan pada kondisi selayaknya. Perusahaan yang memandang maintenance yang dianggap sebagai profit center mengerti betapa pentingnya posisi maintenance dalam produksi sehingga merasa perlu melakukan investasi untuk maintenace agar produksi tetap berlangsung. Untuk jangka ke depan, dengan maintenance yang tepat justru akan memberikan keuntungan dibandingkan jika tidak atau melakukan maintenance asal-asalan saja.
Sumberdaya manusia (SDM) harus profit center, bukan cost center. SDM yang produktif, efisien, menjadi keunggulan organisasi, menjadi asset yang sangat berharga, dan merupakan profit center. Tetapi ketika salah pemilihan SDM, maka bisa jadi SDM akan merupakan cost center. Untuk menjadikan SDM yang unggul atau profit center, selain sistem rekruitmen yang baik, perlu diberikan pendidikan dan pengembangan yang tepat. SDM yang tergolong profit center, bisa memberikan manfaat yang lebih besar bagi kemajuan organisasi. Masih banyak yang bisa dilakukan untuk mengubah cost center menjadi profit center dalam suatu perusahaan, misalnya menyewakan ruangan yang kurang optimal namun biaya perawatan tinggi, catering karyawan menjadi rumah makan sebagai pengembangan unit bisnis perusahaan, dan lain sebagainya.
Program Corporate Social Responsibility (CSR) biasanya merupakan cost center. Ada 3 program utama CSR yaitu environmental management, social development, & economic development. Contoh program CSR yang profit center adalah membina usaha mikro kecil menengah (UMKM) dengan menampung pemasaran produk hasil binaan lalu dipasarkan untuk mendapatkan keuntungan. Atau memberikan modal berupa produk untuk dijual bagi masyarakat yang telah diberikan pelatihan wirausaha mandiri. Dengan pendampingan yang baik maka CSR tidak hanya mengangkat ekonomi masyarakat tetapi juga memberikan penghasilan, sehingga kegiatan CSR tidak harus menyedot uang dari perusahaan. Kegiatan bina lingkungan yang sekaligus memberikan keuntungan.
Dalam lingkungan kita, sampah sering menjadi masalah atau musibah yang membutuhkan biaya besar untuk mengatasinya. Upaya mengubah paradigma sampah dari cost centre menjadi profit centre, secara kreatif bisa dilakukan dengan mengelola sampah dengan metode bank sampah. Badan Lingkungan Hidup DIY mempunyai program Jogyakarta Green & Clean, salah satu kegiatannya adalah memberikan pelatihan Manajemen Bank Sampah. Dengan manajemen yang baik sampah tidak lagi merupakan musibah tetapi justru berkah. Karena hasil dari pengelolaan sampah atau “rongsok” bisa menjadi penghasilan yang sangat menggiurkan.
Paradigma merubah cost center menjadi profit center di lingkungan rumah tangga juga banyak. Prinsipnya selalu saja ada ide-ide luar biasa untuk menciptakan solusi hebat bagi orang kreatif dan selalu optimis dalam menghadapi masalah ekonomi. Berawal dari masalah-masalah dalam lingkungan rumah tangga bisa menjadi bisnis rumahan yang memberikan penghasilan besar. Misalnya, masalah kebutuhan pekerja rumah tangga untuk mencuci pakaian, maka dengan sedikit menambah modal bisa sekalian mendirikan usaha laundry. Masalah antar jemput anak sekolah bagi orang tua yang dua-duanya bekerja. Pada awalnya langganan antar jemput akhirnya beli mobil, bayar sopir, sekalian bisnis antar jemput anak sekolah yang satu sekolah dengan anaknya. Berawal dari kebutuhan les privat untuk anak, bisa sekalian mendirikan lembaga les. Dan pasti masih banyak lagi.

Sekarang coba anda pikirkan, apa kegiatan di sekeliling anda, baik di rumah maupun di kantor, yang selama ini menimbulkan biaya kemungkinan besar bisa anda ubah menjadi profit center. Tentu saja diperlukan kreativitas dan ide-ide yang cemerlang. Selamat berkarya….!



Tidak ada komentar:

Posting Komentar