Mengenai Saya

Foto saya
Ingin memberi makna bagi banyak orang, melalui talenta yang telah Tuhan berikan. Mengisi kehidupan dengan mengajar, training, melulis buku, konsultan manajemen, talkshow di radio, TV, pembicara di berbagai event, seminar, konseling, dan pelayanan.

Jumat, 25 Januari 2013

MANAJEMEN KEHUMASAN

Peran komunikasi dalam sebuah organisasi atau perusahaan sangatlah penting sebagai sarana dalam menjalin hubungan dengan pihak internal dan eksternal dalam upaya pengembangan organisasi itu sendiri. Pertumbuhan organisasi sangat bergantung pada bagaimana cara organisasi tersebut membina hubungan yang baik dengan sesama rekan kerja dan pihak luar yang terkait dalam proses perkembangan organisasi, sehingga terciptalah citra yang baik dimata pihak internal dan eksternal.
Humas (Hubungan Masyarakat) atau yang lebih dikenal Public Relation dalam sebuah organisasi atau perusahaan merupakan fungsi komunikasi perusahaan baik untuk kalayak eksternal maupun internal. Ada beberapa difinisi mengenai Humas, diantaranya Humas adalah suatu seni sekaligus disiplin ilmu sosial yang menganalisis berbagai kecenderungan, memprediksikan setiap kemungkinan konsekuensi dari setiap kegiatannya, memberikan masukan dan saran-saran kepada para pemimpin organisasi, dan mengimplementasikan program-program tindakan yang terencana untuk melayani kebutuhan organisasi dan atau kepentingan khalayaknya (Pertemuan asosiasi-asosiasi humas seluruh dunia di mexico city, Agustus 1978 ). Pengertian Public Relations menurut Frank Jefkins yang dikutip oleh Neni Yulianita dalam bukunya yang berjudul Dasar-Dasar Public Relations adalah sebagai berikut : Public Relations consist of all forms of planned communication. Outwards between organization and it’s publics for the purposes of achieving specific objectives concerning mutual understanding (2001:33) dalam hal ini humas merupakan suatu bentuk komunikasi yang terencana, baik itu ke dalam maupun ke luar, antara suatu organisasi dengan semua khalayaknya dalam rangka mencapai tujuan-tujuan spesifik yang berlandaskan pada saling pengertian.
Peran dan fungsi humas. Peran Humas sangat penting bagi organisasi antara lain sebagai komunikator, sebagai pembina relasi, serta berperan sebagai back-up manajemen dalam kegiatan operasional organisasi, dan pencitraan.
1. Peran Humas sebagai komunikator atau juru bicara organisasi, Humas akan berkomunikasi secara efektif melalui berbagai media dan komunitas. Hampir semua bentuk komunikasi antar personal dilakukan, komunikasi tertulis, bertatap muka dengan berbagai pihak sebagai mediator atau persuader bagi organisasi. Berbagai media media cetak, media audio, media audio visual, dan internet merupakan media yang sangat efektif bagi kegiatan Humas.
2. Peran Humas sebagai relationship atau pembina relasi. Hubungan yang tidak harmonis dengan berbagai pihak akan mengancam keberlangsungan perusahaan. Relasi perusahaan ada 2 kelompok yaitu external relation dan internal relation. Walau pada umumnya Humas lebih focus pada eksternal relation, bukan berarti internal relation tidak penting. Kelompok eksternal relation antara lain media relation, government relation, community relation, dan corporate relation. Sedangkan internal relation meliputi karyawan atau semua pihak yang ada dalam perusahaan.
3. Peran Humas sebagai back-up manajemen, Humas berperan sebagai penunjang atau pendukung keberhasilan management secara keseluruhan. Kegiatan humas akan terkait dengan seluruh operasional perusahaan.
4. Peran Humas sebagai Gooder Image, Humas secara kontinyu harus selalu melakukan publikasi organisasi untuk membangun opini public sesuai dengan pencitraan yang diinginkan atau menambah nilai suatu organisasi. Selain itu Humas juga berperan turut memperbaiki citra, membela organisasi terhadap pendapat masyarakat yang bernada negative, atau jika terjadi serangan yang tidak wajar yang mengancam citra baik organisasi.
MANAJEMEN HUMAS.
Agar berhasil dengan baik dan bisa memberikan kontribusi yang besar terhadap organisasi, maka praktisi humas dalam menjalankan kegiatannya perlu menerapkan manajemen dengan profesional. Fungsi-fungsi manajemen dalam kehumasan sepenuhnya rnengacu kepada pendekatan manajerial, yaitu meliputi fact finding, planning, communicating, dan evaluating. (Cutlip, Center, Brown, 1985).
1. Fact finding. Kegiatan humas dalam fact finding atau penemuan fakta bisa dilakukan dengan research atau penelitian. Penelitian ini untuk mengetahui apakah opini public, sikap serta reaksi masyarakat menghambat perkembangan atau mendukung kemajuan organisasi.
2. Planning. Selanjutnya hasil dari penelitian dijadikan dirumuskan menjadi sebuah informasi yang kemudian dijadikan pedoman bagi humas di dalam membuat perencanaan kegiatan. Tahapan perencanaan ini merupakan tahapan yang sangat penting karena menentukan tujuan, target pesan, media komunikasi yang akan dipilih serta metode penyampaikan komunikasi yang efektif.
3. Communicating. Tahapan komunikasi tidak terlepas dari perencanaan, yaitu proses mengkomunikasikan pesan hingga target dampak dari pesan yang disampaikan sesuai dengan yang kita harapkan.
4. Evaluating. Kegiatan evaluasi dari program humas bisa dilakukan baik secara kuantitatif maupun statistic. Hasil evaluasi harus bisa menjawab apakan target atau tujuan humas yang telah ditentukan bisa dicapai, atau sejauh mana target telah tercapai. Hasil evaluasi digunakan untuk perbaikan atau pedoman dalam perencanaan kerja humas berikutnya.
Kedudukan humas dalam struktur organisasi. Kedudukan humas dalam struktur oraganisasi tidak bisa dinyatakan dengan tegas, karena sangat tergantung dari pandangan organisasi terhadap nilai pentingnya humas serta tingkat keluasan otoritas yang diberikan kepada bagian humas. Ada perusahaan yang menempatkan humas sebagian bagian dari corporate communication, external relation, community relation, bahkan ada yang hanya terkait dengan media relation saja. Semua kembali pada bagaimana organisasi memberikan span of control terhadap humas.
Sebagai wacana. Humas memiliki fungsi strategis dalam sebuah organisasi, sehingga fungsi humas bisa dioptimalkan sebagai back-up manajemen dalam menjalankan operasional perusahaan. Humas bisa menjadi corong kebijakan organisasi sehingga perlu menempatkan humas langsung dibawah pimpinan sehingga mendapat informasi yang cukup untuk disampaikan ke public. Humas perlu dilibatkan dalam setiap koordinasi sehingga humas memiliki wawasan cukup terkait dengan seluruh kegiatan organisasi. Humas perlu mendapatkan fasilitas memadai, staf yang memiliki wawasan serta kemampuan komunikasi yang baik, kreatif dan responsive. Untuk mengoptimalkan hasil yang lebih baik, akan efektif sekiranya organisasi mampu melibatkan setiap anggota organisasi sebagai fungsi humas sesuai dengan bidang kerjanya masing-masing.
Terakhir untuk semua praktisi humas, tetaplah bekerja optimal, semangat dan selalu meningkatkan kreativitas dalam membuat program kerja dalam segala keterbatasan yang ada.
Selamat tahun baru 2013, keep fighting….!
(Artikel ini diterbitkan oleh SKH BERNAS, pada kolom WACANA, 31 Desember 2012)

2 komentar: